Pariwisata

Rencanakan perjalanan Anda dengan baik dan menyenangkan

Alat Musik - Sikambang

Kesenian Sikambang secara umum mewakili seluruh kesenian yang berlaku bagi masyarakat Sumatra bagian Pesisir Pantai Barat, mulai dari Meulaboh di Banda Aceh, terus ke Tapanuli, Minangkabau dan Bengkulu. Selain di Pantai Barat, Sikambang juga ditemukan di pantai timur Kepulauan Nias dan Pulau Telo. Kesenian Sikambang yang bagian pokoknya terdiri dari "tari" dan "nyanyi" (seni-tari) mengemban unsur kebudayaan yang berasal dari seni budaya. Tidak heran jika Sikambang tetap eksis sejak zaman dahulu kala hingga sekarang pada zaman modernisasi. Kesenian ini mengemban falsafah-falsafah kontemporer yang sarat makna, bercorak petuah, berirama lagu dan berwujud tari. Sikambang bukanlah akulturasi yang terserap dari kebudayaan tetangga seperti Batak dan Minangkabau, tetapi kesenian warisan peradaban kerajaan pesisir, khususnya dari abad ketujuh masa kejayaan Jayadan dengan ratunya, Puteri Rundu. Masing-masing tari memiliki maksud tertentu. Misalnya, tarian sapu tangan dengan nyanyian "Kapri", menggambarkan kisah permulaan muda-mudi dalam mengikat persahabatan, perlambang keterbukaan dan etika sosial. Tari payung dengan nyanyian "Kapulo Pinang", menggambarkan kisah suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan (pengantin baru). Suatu hari ketika sang suami hendak meninggalkan istrinya untuk pergi berlayar mencari nafkah di negeri orang dengan mempergunakan sebuah kapal pembawa dagangan dari pulau Poncan ke Pinang, sang suami sempat menyampaikan kata-kata berisi ungkapan hati berupa syair-pantun.

Bagikan artikel ini

Chat dengan kami