Seni dan Budaya



Alat Musik - Sikambang

Kesenian Sikambang secara umum mewakili seluruh kesenian yang berlaku bagi masyarakat Sumatra bagian Pesisir Pantai Barat, mulai dari Meulaboh di Banda Aceh, terus ke Tapanuli, Minangkabau dan Bengkulu. Selain di Pantai Barat, Sikambang juga ditemukan di pantai timur Kepulauan Nias dan Pulau Telo. Kesenian Sikambang yang bagian pokoknya terdiri dari "tari" dan "nyanyi" (seni-tari) mengemban unsur kebudayaan yang berasal dari seni budaya. Tidak heran jika Sikambang tetap eksis sejak zaman dahulu kala hingga sekarang pada zaman modernisasi. Kesenian ini mengemban falsafah-falsafah kontemporer yang sarat makna, bercorak petuah, berirama lagu dan berwujud tari. Sikambang bukanlah akulturasi yang terserap dari kebudayaan tetangga seperti Batak dan Minangkabau, tetapi kesenian warisan peradaban kerajaan pesisir, khususnya dari abad ketujuh masa kejayaan Jayadan dengan ratunya, Puteri Rundu. Masing-masing tari memiliki maksud tertentu. Misalnya, tarian sapu tangan dengan nyanyian "Kapri", menggambarkan kisah permulaan muda-mudi dalam mengikat persahabatan, perlambang keterbukaan dan etika sosial. Tari payung dengan nyanyian "Kapulo Pinang", menggambarkan kisah suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan (pengantin baru). Suatu hari ketika sang suami hendak meninggalkan istrinya untuk pergi berlayar mencari nafkah di negeri orang dengan mempergunakan sebuah kapal pembawa dagangan dari pulau Poncan ke Pinang, sang suami sempat menyampaikan kata-kata berisi ungkapan hati berupa syair-pantun.

Kerajinan - Ulos

Ulos merupakan suatu produk penting yang berasal salah satu peradaban tertua di Asia yang sudah ada sejak 4.000 tahun lalu, yakni kebudayaan Batak. Ulos bahkan telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil. Demikian menurut kajian yang dilakukan oleh Miyara Sumatera Foundation. Selain itu, melebihi nilai estetika yang dapat kita temukan pada sehelai kain tenun tradisional, Kain Ulos mengandung makna mendalam pula. Ulos rupanya representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka.

Rumah Adat - Rumah Bolon

Rumah adat suku Batak Toba disebut juga "Rumah Bolon". Rumah ini berbentuk panggung dengan bahan utama bangunan berupa kayu. Hal yang paling menarik perhatian adalah bentuk atapnya yang melengkung dan runcing di tiap ujungnya. Di balik bentuknya yang unik, ternyata rumah adat suku Batak ini memiliki makna dan arti tersendiri. Filosofi dari rumah adat suku batak memang sangat menarik untuk dipelajari, mulai dari proses pembangunan rumah sampai segala dekorasi, ternyata semuanya memiliki makna yang cukup dalam.

Tarian Tor-Tor

Tortor Batak Toba adalah jenis tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara yang meliputi daerah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir. Tortor adalah tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang. Secara fisik tortor merupakan tarian, namun makna yang lebih dari gerakan-gerakannya menunjukkan tortor adalah sebuah media komunikasi, dimana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara. Tortor dan musik gondang ibarat koin yang tidak bisa dipisahkan. Sebelum acara dilakukan terbuka, terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakan "Tua Ni Gondang", sehingga berkat dari Gondang Sabangunan.